Banyak orang berpikir kalau menikah itu butuh waktu lama buat saling mengenal. Harus pacaran bertahun-tahun, harus sering jalan bareng, bahkan sampai ngabisin waktu cuma buat ngecek cocok atau enggak. Tapi, apa benar cara itu satu-satunya jalan?
Saya pribadi percaya kalau ada cara cepat menikah tanpa pacaran lama. Kuncinya bukan di lamanya waktu pacaran, tapi seberapa dalam kamu mengenal karakter dan tujuan hidup pasangan.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023 menjelaskan kalau rata-rata usia menikah di Indonesia sekarang makin mundur, yaitu 26 tahun untuk perempuan dan 28 tahun untuk laki-laki. Salah satu alasannya, banyak yang merasa belum siap karena proses pacaran dianggap wajib lama buat saling mengenal. Padahal, kalau kamu tahu caranya, menikah tanpa pacaran panjang tetap bisa kok bikin rumah tangga bahagia.
Saya mau cerita sekaligus berbagi insight ke kamu tentang bagaimana caranya mengenal seseorang dalam waktu yang enggak lama, tapi tetap dalam. Fokusnya bukan soal durasi, melainkan kualitas pertanyaan dan obrolan yang kamu bangun. Yuk, kita mulai dari dasar pemahamannya dulu.
Kenapa Pacaran Lama Bukan Jaminan?
Saya paham banget, sebagian besar orang punya pandangan bahwa semakin lama pacaran, semakin paham satu sama lain. Tapi kenyataannya, banyak pasangan yang sudah pacaran bertahun-tahun, akhirnya tetap pisah saat sudah menikah. Bahkan yang sudah menikah lama, akhirnya juga banyak yang kandas. Artinya, waktu bukan faktor utama buat saling mengenal.
Ada penelitian dari National Library of Medicine yang menunjukkan bahwa hubungan yang terlalu lama pacaran tanpa arah tujuan jelas, justru rentan dengan konflik setelah menikah. Karena selama pacaran, seringkali yang diutamakan adalah momen seru, bukan diskusi serius soal masa depan.
Makanya, buat kamu yang pengen cari cara cepat nikah, enggak perlu merasa aneh. Menikah tanpa pacaran lama sah-sah aja, asal kamu dan dia tahu apa yang mau kalian bangun bareng. Intinya di komunikasi yang jujur dan terbuka.
Cara Cepat Menikah Tanpa Pacaran Lama, Gimana Bisa?
1. Pahami Dulu Tujuan Nikah Kamu Apa
Sebelum kamu ngebahas orang lain, coba deh tanya ke diri sendiri. Kamu nikah buat apa? Karena cinta? Karena pengen punya keluarga? Atau karena tekanan sosial? Ini penting buat kamu jujur. Karena kalau tujuannya cuma ikut-ikutan, kamu bakal gampang goyah begitu ada masalah kecil.
Waktu saya memutuskan menikah, saya sadar betul bahwa tujuan saya bukan sekadar status atau tekanan sosial. Tapi saya pengen punya partner hidup yang bisa bareng-bareng belajar, tumbuh, dan membangun keluarga. Karena saya menyadari kalau diri saya belum sempurna. Kalau saya mencari yang sempurna, rasanya tidak adil dan pastinya juga tidak akan ketemu-ketemu kalau inginnya pasangan yang sudah sempurna.
Nah, kalau kamu sudah clear soal ini, proses mengenal pasangan bakal lebih fokus. Kamu enggak akan ke-distract sama hal-hal remeh.
2. Tanya Pertanyaan Penting, Bukan Cuma Pertanyaan Ringan
Kalau biasanya kamu cuma tanya “makanan favorit apa”, “film kesukaan apa”, atau “udah makan apa belum”, itu enggak cukup. Buat kamu yang mau cara cepat menikah tanpa pacaran lama, wajib banget nanya hal-hal yang lebih dalam.
Berikut beberapa pertanyaan yang menurut saya wajib kamu tanyain saat proses ta’aruf atau pendekatan:
- Bagaimana pandangan dia soal keluarga? Misalnya, hubungan dengan orang tua, apakah dia tipe yang dekat atau cuek? Ini pengaruh banget ke caranya memperlakukan pasangan setelah menikah.
- Apa visi dia lima tahun ke depan? Mau kerja di mana, cita-citanya apa, atau malah pengen jadi full time parent? Ini penting biar kamu tahu apakah langkah hidup kalian sejalan.
- Bagaimana cara dia mengelola emosi? Saat marah, biasanya dia ngapain? Diam? Meledak? Atau langsung selesaikan? Ini bakal nunjukin bagaimana dia menghadapi konflik rumah tangga.
- Prinsip keuangan dia seperti apa? Apakah tipe yang boros, pelit, suka berhutang, atau hemat? Menikah itu enggak cuma soal cinta, tapi juga bagaimana ngatur keuangan bareng.
- Sikapnya soal agama dan nilai hidup? Apakah dia fleksibel atau prinsipil banget? Kesesuaian nilai itu bikin rumah tangga lebih solid.
Kamu bisa ngobrol ini santai aja, enggak harus kayak sesi interview formal dan tidak perlu ditanyakan secara langsung. Bisa diawali dengan topik-topik ringan yang pada akhirnya bisa menjurus ke obrolan tersebut. Tapi pastikan kamu benar-benar denger jawabannya, bukan sekadar nanya buat formalitas.
Dari pertanyaan-pertanyaan itu, kamu bisa mengambil kesimpulan dan melihat karakter calon pasangan mu seperti apa.
3. Libatkan Keluarga Sejak Awal
Saya tahu, buat sebagian orang, melibatkan keluarga itu bikin sungkan dan takut malah jadi ikut campur menentukan kecocokan. Tapi percayalah, restu orang tua bikin perjalanan nikah jauh lebih tenang. Kalau kamu mau cara cepat nikah, kasih tahu keluarga kamu sejak awal proses pendekatan. Minta pendapat mereka, ajak mereka kenalan dengan pasangan.
Menurut survei Komnas Perempuan, banyak konflik rumah tangga terjadi karena dari awal menikah, ada pihak keluarga yang sebenarnya enggak setuju, tapi dipaksa nerima. Jadi daripada nanti jadi bom waktu, lebih baik diskusi dari awal.
4. Jangan Fokus Cari Yang Sempurna, Tapi Yang Sejalan
Saya pribadi percaya, pasangan itu bukan yang sempurna, tapi yang mau belajar bareng. Banyak orang gagal nikah cepat karena sibuk cari pasangan ideal yang ada di kepala mereka. Padahal, pasangan hidup itu manusia biasa, dengan plus minus yang harus kita terima.
Waktu saya ketemu istri, saya tahu dia bukan orang yang perfect. Bahkan sebelum kenal istri, saya sudah mengenal perempuan lain yang secara fisik dan mental sudah sesuai dengan apa yang saya inginkan. Tetapi ternyata tidak seperti itu yang saya butuhkan. Meskipun secara kasat mata perempuan tersebut terlihat sempurna, saya sendiri merasa tidak sejalan dan nyaman ketika komunikasi dengannya.
Kenapa akhirnya memilih istri saya saat ini karena kami punya visi hidup yang sama. Kami punya ‘masalah’ yang sama dan kami ingin memperbaiki masalah itu dengan membangun keluarga yang kami inginkan. Kami komitmen buat saling support. Itu yang bikin kami yakin walaupun enggak pacaran lama, tapi cukup kenal buat berkomitmen nikah.
Kalau kamu fokus nyari yang mau sama-sama belajar, kamu enggak perlu waktu lama buat yakin.
5. Jangan Terlalu Banyak Pakai Perasaan
Banyak alasan seseorang bisa tertarik dengan lawan jenis. Entah itu dari sikapnya, dari parasnya, dari cara komunikasinya, dan lain sebagainya. Yang pada akhirnya timbul rasa, entah itu empati, cinta, atau lainnya.
Dan percayalah, jika kamu sudah menemukan orang yang tepat, rasa yang muncul itu beda. Bukan sekadar cinta, tetapi rasa yang tidak bisa dideskripsikan. Karena rasa ini nanti sifatnya akan melekat terus, sampai ketika sudah menikah bertahun-tahun.
Akan tetapi ketika masih proses mengenal, jangan terlalu banyak pakai perasaan. Apalagi jika karena alasan cinta. Kalau kamu terlalu pakai perasaan, maka saat proses mengenal hanya akan hal-hal baik saja yang dilihat dan dibahas. Kamu akan dibutakan dengan hal-hal buruk yang mungkin ada di pasanganmu. Yang akhirnya hal buruk itu baru muncul ketika sudah menikah.
Akhirnya ketika sudah menikah kaget, kok pasangan saya begini begitu. Nah kalau tidak ada kesadaran dari awal, hal seperti ini bisa menimbulkan konflik.
Cara Mempercepat Proses Menuju Nikah
1. Perluas Lingkaran Sosial Kamu
Jangan cuma nongkrong di circle yang sama terus. Kalau kamu pengen cara cepat menikah, kamu harus ketemu orang baru. Ikut komunitas, acara sosial, atau bahkan daftar aplikasi yang khusus buat cari pasangan serius.
Banyak orang nikah tanpa pacaran lama karena mereka ketemu di momen yang serius. Entah di acara ta’aruf, seminar keluarga, atau dikenalin teman. Jadi, jangan mager. Keluar dari zona nyaman.
2. Tegaskan Komitmen Sejak Awal
Biar enggak buang waktu, dari awal kamu harus tegas soal niat nikah. Jangan takut dibilang buru-buru. Kalau kamu serius, bilang aja. Saya sendiri waktu itu ngomong langsung, “Saya niat ketemu kamu untuk tujuan yang serius (menikah). Kalau kamu juga niatnya nikah, ayo lanjut ngobrol. Kalau pun nanti tidak sesuai, ya sudah.” Simpel, tapi jelas dan diharapkan dengan begitu tidak ada lagi baper-baper sakit hati kalau pun tidak cocok atau tidak jadi menikah dengannya.
Banyak pasangan pacaran lama karena enggak pernah tegas dari awal. Jadinya kayak jalan di tempat (jalanin aja dulu). Kalau kamu mau cara cepat nikah, jangan ragu nyatakan niat dari awal.
3. Siapkan Mental dan Finansial
Menikah tanpa pacaran lama enggak jadi masalah kalau mental kamu siap. Jangan cuma mikirin resepsi, tapi juga siapin diri buat adaptasi, kompromi, dan kerja sama. Finansial juga perlu diperhatikan. Enggak harus kaya raya, tapi setidaknya ada penghasilan stabil dan tabungan buat kebutuhan awal pernikahan.
Ada penelitian yang menjelaskan kalau salah satu alasan orang menunda nikah adalah alasan ekonomi. Padahal, kalau kamu dan pasangan sepakat hidup sederhana di awal, nikah itu enggak perlu nunggu kaya dulu. Yang penting, ada tanggung jawab.
Menikah Itu Soal Kesiapan, Bukan Lama Pacaran
Saya selalu percaya, pernikahan itu bukan finish line setelah pacaran. Ini start line buat hidup bareng. Makanya, enggak ada masalah kalau kamu memilih menikah tanpa pacaran lama. Asal, kamu kenal siapa dia, tahu ke mana arah hidup kalian, dan siap bareng-bareng ngebangun semuanya dari nol.
Banyak orang berhasil membangun rumah tangga yang harmonis karena mereka paham esensi menikah, bukan karena mereka pacaran lama. Kamu juga bisa kok, asal yakin sama proses dan keputusan kamu sendiri.
Jadi, buat kamu yang lagi cari cara cepat menikah, fokus ke kualitas kenalan kamu, buka obrolan yang bermakna, dan jangan ragu buat komit dari awal. Menikah itu enggak harus rumit.
Semoga untuk kamu yang belum menikah, segera mendapatkan jodoh terbaik.
Ingat, Allah tahu yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan. Jadi, dekatilah Allah agar Allah dekatkan kita dengan calon pasangan kita.